SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

Sejarah Singkat SMAN 1 Banguntapan

DSCF0006
sma n 1 banguntapan

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R I No. 06601/O/1985, tentang Pembukuan, Penggalan dan Penegrian Sekolah Menengah Atas, SMA Negeri 1 Banguntapan dinyatakan sah dan memenuhi syarat sebagai sekolah menengah negeri. Pada tahun awal berdirinya, SMA Negera 1 Banguntapan menjadi sekolah? filial? dari SMA Negeri 1 Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,? dengan Kepala Sekolah Bapak Sudiyono. SMA Negeri 1 Banguntapan pertama kali menerima siswa baru pada tahun pelajaran 1985/1986, dengan jumlah siswa sebanyak 160 siswa, yang terdiri 4 kelas, dengan menggunakan fasilitas sarana SMA Negeri 2 Babarsari. Pada awal berdirinya ini proses belajar mengajar dilaksanakan pada sore hari, mengingat pada pagi hari sarana sekolah digunakan oleh SMA Negeri 1 Depok.

         Pada awal tahun pelajaran 1986/1987, SMA Negeri 1 Banguntapan menempati gedung baru, yang berlokasi di tanah kas milik Pemerintah Desa Baturetno, yang beralamat di Dusun Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul, dengan luas tanah 1,6 hektar. Pada tahun pelajaran ini SMA Negeri 1 Banguntapan memiliki 8 kelas, 4 kelas 1 (satu) dan 4 kelas 2 (dua). Selanjutnya bersamaan dengan penempatan lokal baru, tepatnya pada tanggal 15 Mei 1987, dilaksanakan serah terima jabatan kepala sekolah, dari Bapak Sudiyono ke Ibu Dra. Tumiraharjo.

      Pada tahun pelajaran 1987/1988, pembangunan sarana dan prasarana mulai ditingkatkan, antara lain; pembangunan tempat ibadah, lapangan basket/tenis, pembangunan ruang perpustakaan, ruang laboratorium, pembangunan RKB, dan penanaman pohon – pohon perindang.  Akhirnya sampai dengan tahun pelajaran 1992/1993 sekolah telah memiliki  12 ruang kelas.

       Pada tahun pelajaran 1992/1993, jabatan kepala sekolah diserah terimakan dari Ibu Dra. Tumiraharjo kepada Bapak R. Sugito, BA. Bersama-sama dengan BP3 sekolah mengadakan pembenahan administrasi sekolah, program-program peningkatan keimanan dan ketaqwaan, peningkatan prestasi belajar, pembangunan ruang komputer, pembangunan sarana laboratorium IPA, pembangunan tempat parkir kendaraan siswa, pembangunan kantin Dharma Wanita, dan pembangunan tembok pagar sekolah.

          Pada tanggal 3 Januari 1995, jabatan Kepala Sekolah diserah terimakan dari Bapak R. Sugito, BA ke Bapak Drs. Ngadimin. Pada tahun pelajaran 1995/1996 ini, sekolah mencoba mengadakan pembenahan dalam bidang: administrasi persekolahan, administrasi proses belajar mengajar, penataan manajemen sekolah,dan  pembangunan ruang kelas baru. Sejak tahun pelajaran 1998/1999 SMA Negeri 1 Banguntapan telah memiliki 15 ruang kelas atau 5 kelas paralel kelas I (lima kelas), kelas II (lima kelas) dan kelas III (lima kelas).

         Tanggal 12 Juli 1999, jabatan Kepala Sekolah diserah terimakan dari Bapak Drs. Ngadimin kepada Bapak Drs. Ismudari. Pada tahun pelajaran 1999/2000 SMA Negeri 1 Banguntapan membuat kebijakan manajemen yang berkaitan dengan prestasi akademik siswa, yaitu dengan pembentukan Tim Pengembangan Prestasi, mengaktifkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Di bidang fisik perbaikan sarana prasarana,  penambahan ruang kelas baru menjadi 18 ruang kelas, ruang multimedia, penambahan kantin sekolah, perbaikan ruang aula dan ruang komputer.

        Tanggal 23 Nopember 2002, jabatan Kepala Sekolah diserah terimakan dari Bapak Drs. Ismudari kepada Ibu Dra. Hj. Kusriyantinah. Pada tahun pelajaran 2002/3003 sekolah melanjutkan program tahun sebelumnya, antara lain memaksimalkan kegiatan intra dan ekstrakurikuler, memfungsikan UKS dengan penambahan peralatan medis, melengkapi sarana laboratorium sekolah, melengkapi buku-buku perpustakaan sekolah, memaksimalkan peran dan fungsi BK, serta penambahan laboratorium komputer.

         Tanggal 9 Agustus 2005, jabatan Kepala Sekolah diserah terimakan dari Ibu Dra. Hj. Kusriyantinah kepada Bapak Drs. H. Sumiyono. Pada  tahun pelajaran 2005/2006 SMA Negeri 1 Banguntapan memprogramkan pengayaan materi untuk kelas XI dan XII, meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler, pembentukan tim ketertiban dan kedisiplinan, perbaikan bangunan fisik yang rusak  akibat gempa bumi 27 Mei 2006, pembangunan ruang BK, ruang OSIS, ruang UKS, perbaikan dan perluasan ruang guru, pembangunan ruang Wakil Kepala Sekolah, pembenahan manajemen sekolah, peningkatan kompetensi guru, dengan mengadakan berbagai macam seminar kependidikan, kursus komputer, kursus bahasa Inggris, dan pembinaan kerukunan kekeluargaan warga sekolah.

          Pada tanggal 4 Februari 2009 jabatan Kepala Sekolah diserah terimakan dari Drs. H. Sumiyono kepada Drs. Sugita. Pada masa kepemimpinan Drs. Sugita program-program yang telah dirintis oleh kepala sekolah selanjutnya laksanakan terus dan diupayakan peningkatan kualitasnya. Pada tanggal 1 September 2010 Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul menunjuk Drs. Sukarja, M. Pd untuk menjalankan tugas sebagai PLT. Kepala SMA Negeri 1 Banguntapan.

         Pada tanggal 13 November 2010 terjadi serah terima jabatan kepala sekolah dari Drs. Sukarja, M. Pd ke Dra. Titi Prawiti Sariningsih, M. Pd. Pada masa kepemimpinan Dra Titi Prawiti Sariningsih, M. Pd ini, SMA Negeri 1 Banguntapan mencanangkan diri sebagai Sekolah Adiwiyata. Untuk mendukung program tersebut berbagai perubahan dilakukan antara lain; keramikisasi seluruh kelas, penambahan ruang kelas menjadi 21 kelas, pemasangan LCD projector di setiap kelas, pembangunan kantin yang representative dan terpadu, green house, pembenahan lingkungan dan taman kelas, pembuatan koridor hijau, pembangunan masjid. Dalam bidang akademik dilaksanakannya program peningkatan mutu akademik (PMA) kelas XII, bimbingan personal dan bimbingan klinis,  pembudayaan Senyum Salam Sapa (3S), revitalisasi identitas sekolah, dan peningkatan ketertiban siswa. Dalam bidang manajemen sekolah dilakukan pembenahan pengelolaan administrasi dan keuangan, dan berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui optimalisasi jam kerja PNS.

          Pada tanggal 28 Juli 2012 terjadi serah terima jabatan kepala sekolah dari Dra. Titi Prawiti Sariningsih, M. Pd kepada Drs. Edison Ahmad Jamli. Pada masa kepemimpinan Drs. Edison Ahmad Jamli kebijakan yang telah dirintis kepala sekolah sebelumnya dilanjutkan, dan salah satu prestasinya adalah SMA Negeri 1 Banguntapan Juara Lomba sekolah Sehat (LSS) tingkat propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Peningkatan pelayanan kepada siswa ditingkatkan melalui berbagai program kegiatan yang dilaksanakan diantaranya optimalisasi pelayanan pembimbingan OSN. Peningkatan ketertiban administrasi pembelajaran dan peningkatan kegiatan sosial keagamaan melalui pengajian dan kegiatan peribadatan lainnya.

Related Post

Penanaman rasa cinta tanah air dalam lingkungan pe... Indonesia telah menjadi negara merdeka sejak diproklamasikannya pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarna – Hatta. Berjuta manusia telah merelakan...
Edu Fair di SMABA ?.. Sma1banguntapan.sch.id. Dalam kesempatan memperingati LUSTRUM VI yang bertepatan pada tanggal 22 nov 2015 kemaren SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN mempunyai...
Rohisku SMABA ganti pengurus ya ? Sma1banguntapan.sch.id, tepat sehari sebelum puasa Arafah, rohisku SMABA telah mengadakan kegiatan serah terima jabatan yang juga merupakan kegiatan m...
RUANG KREASI GURU DIKTAT MATA PELAJARAN MATEMATIKA JUDUL:   GEMAR BERLATIH SOAL MATEMATIKA Oleh    : Tuti Ambaryati, M.Pd Baca disini  : Baca buku GEMAR B...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =