Upaya Mencetak Generasi Penerus Konservasi

13703009_1223511851014060_183710709_nOleh: Hanna Wita Astaranti (Volunteer Panda Mobile) & Natalia Trita Agnika

Salah satu tujuan dari upaya konservasi alam adalah mewujudkan alam yang lestari dan kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan generasi mendatang. Ya, alam ini sebenarnya bukan merupakan warisan untuk anak cucu kita. Alam ini sesungguhnya adalah pinjaman dari mereka, jadi kita wajib menjaganya karena mereka berhak menikmati alam yang lestari.

Upaya konservasi tidak bisa berhenti hanya pada satu generasi saja. Akan ada masanya dimana anak-anak nanti akan menjadi dewasa dan berinteraksi dengan lingkungan hidup. Apabila sejak dini sudah tertanam nilai-nilai konservasi, kelak mereka akan menjadi pengambil keputusan dan pelaku kehidupan yang mendukung kelestarian alam. Gaya hidup mereka pun akan terbiasa dengan gaya hidup hijau yang ramah lingkungan.

Proses memperkenalkan alam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sumber daya alam dalam sebuah ekosistem kehidupan kepada anak-anak dapat dilakukan melalui berbagai cara. Namun cara yang paling efektif adalah melalui berbagai kegiatan menarik yang lekat dengan kehidupan anak-anak. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Panda Mobile WWF-Indonesia. Truk edukasi lingkungan hidup milik WWF-Indonesia ini mendatangi sekolah dan area publik dalam upaya menyebarkan virus konservasi, terutama kepada anak-anak.

Berbagai gambar satwa dilindungi yang menghiasi truk  membuat anak-anak sangat tertarik. Belum lagi kabin belakang truk yang dapat dibuka dan diubah menjadi panggung, tempat menonton film, dan perpustakaan membuat anak-anak makin bersemangat dalam setiap kunjungan Panda Mobile, seperti kunjungan ke Rhendawa English School, Cilegon, Jawa Barat pada Rabu (20/07) yang lalu.

Sebanyak 180 siswa SD dan SMP Rhendawa English School mengikuti kegiatan Panda Mobile. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu SD dan SMP. Siswa SD mendengarkan storytelling yang dibawakan oleh Kak Ryan di halaman sekolah. Cerita tentang bayi orangutan yang kehilangan orangtuanya karena campur tangan manusia yang merusak hutan membuka wawasan para siswa bahwa untuk menyelamatkan satwa, manusia harus menjaga hutan dengan baik.

Pada saat yang bersamaan, para siswa SMP melakukan diskusi film bersama fasilitator dari Panda Mobile di salah satu ruang kelas. Mereka khidmat menonton film “We Are Connected” dan “The Man”. Diskusi tentang film tersebut dan apa hubungannya dengan kondisi alam saat ini menjadi bahan untuk didiskusikan bersama-sama usai menonton film. Siswa kelas 4-6 SD juga berkesempatan menonton film “Pemburu Harimau” dan “WWF Gajah Sumatera” kemudian mendiskusikannya. “Apa yang membuat gajah banyak diburu manusia?” tanya Daniel, salah satu siswa kelas 4 SD. Teman-teman sekelasnya menjawab bahwa gading gajah dinilai berharga oleh manusia sehingga diburu.

Tak hanya teori, tim Panda Mobile juga mengajarkan kepada anak-anak cara membuat tanaman hidroponik. Sebelum praktek berlangsung, siswa diberikan pemahaman tentang hidroponik yang dapat mengalirkan air sehingga air tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Hasil dari pembuatan hidroponik tersebut disimpan oleh pihak sekolah untuk dijadikan materi pembelajaran siswa.

Rasa ingin tahu para siswa tentang berbagai satwa yang dilindungi di Indonesia terpuaskan melalui kegiatan pengenalan satwa. Mereka juga membaca aneka buku yang terdapat di perpustakaan Panda Mobile.

Bila berhadapan dengan anak-anak, salah satu cara efektif untuk memasukkan nilai-nilai konservasi adalah melalui permainan. Maka tak heran para siswa nampak bersemangat ketika diajak bermain ular tangga raksasa dengan tema gajah. Setiap tiba di kotak yang terdapat informasi seputar gajah, mereka membacanya dengan seksama.

Kegiatan Panda Mobile seperti yang dilakukan di Rhendawa English School tersebut terus-menerus dilakukan di sekolah lain maupun di area publik lainnya. Anda pun dapat turut menyebarkan pesan konservasi kepada anak-anak dengan mengundang Panda Mobile melalui wwf.id/pandamobile. Harapannya, anak-anak yang sudah mendapat edukasi konservasi secara benar dapat menjadi generasi penerus konservasi. Mari kita tumbuhkan anak Indonesia yang ceria dan cinta lingkungan. Selamat Hari Anak Nasional.

Source : http://www.wwf.or.id/?49682/Mencetak-Generasi-Penerus-Konservasi

Related Post

Sosialsasi Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMA NEGERI... Sosialsasi Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN Adiwiyata Mandiri merupakan salah satu hal yang menjadi target bagi SMA NEGERI 1 B...
Sosialisasi kangker di SMABA Sma1banguntapan.sch.id, pada hari Sabtu tepat pada tanggal 17 Sept 2016, di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN telah diadakan SOSIALISASI tentang “ DAMPAK SERTA...
Audiensi Peserta Lomba Kadarkum Perwakilan DIY YOGYAKARTA (27/7/2016) jogjaprov.go.id – Sebagaimana tahun sebelumnya, maka pada tahun 2016, BPHN Kemenkumham RI kembali mengadakan Lomba Kadarkum tin...
SMABA GOES TO LSS 2016 Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel d...
Bakti sosial di Pondok Pesantren Darul Quran, Led... sma1banguntapan.sch.id Siswa  SMA N 1 Banguntapan beserta dengan guru dan karyawan memberikan bantuan kepada  Pondok Pesantren Darul Quran yang terk...